Tampilkan postingan dengan label vintage. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vintage. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2017

Busway Vintage Series

Busway Vintage Series
walaupun bukan pengguna setia angkutan umum di jakarta, saya saya tertarik untuk mengikuti perkembangan modernisasi, atau minimal disebut pembenahan, angkutan umum di jakarta.
pengalaman saya naik angkutan umum di jakarta dimulai sejak kelas 2 SMP. saat itu saya harus menempuh jarak belasan kilometer dari rumah menuju ke sekolah. ya, bukan karena di dekat tempat tinggal saya tidak ada SMP, melainkan saat kelas 2 itulah keluarga saya harus berhijrah dari tempat tinggal semula di kawasan Petamburan - Jakarta Pusat ke daerah Tanjung Barat - Jakarta Selatan. untuk pindah sekolah rasanya tanggung karena tinggal separuh masa lagi saya akan lulus SMP, nanti sajalah kalau masuk SMU, pikirku waktu itu.
tahun 1997 kondisi angkutan di jakarta jauh untuk bisa dibilang modern. walaupun kondisinya pada waktu itu tentu tidak seruwet saat ini. tapi dari tempat tinggal saya di daerah tanjung barat saat itu, setidaknya saya harus berganti angkutan paling tidak 3 kali; itu belum termasuk kombinasi ojek dan berjalan kaki. maklum, rumah yang saya tempati di tanjung barat saat itu letaknya jauh di tengah perkampungan. lokasi SMP saya pun berada di tengah pemukiman padat penduduk di daerah slipi yang tidak dilewati oleh angkutan umum.
dari tanjung barat saya harus naik Angkot berjenis KWK berwarna merah (Koperasi Wahana Kalpika) menuju daerah pasar minggu. dari situ saya harus berganti angkutan, ada beberapa alternatif angkutan yang bisa saya tumpangi : (1) metromini S.62 untuk berganti di kawasan pancoran, (2) metromini S.604 (sekarang berubah menjadi S.640) untuk berganti di halte Polda Metro Jaya (dulu terkenal dengan Komdak, mungkin singkatan dari Komando Metro Daerah Khusus), atau bisa juga (3) PPD P.54 yang bisa membawa saya langsung ke slipi. tapi untuk pilihan yang terakhir itu sangat jarang saya ikuti, karena kondisi PPD P.54 jurusan Depok - Grogol saat pagi hari sudah penuh sesak dengan penumpang bergelantungan di pintu, selain itu juga ongkos yang harus dikeluarkan jauh lebih mahal, 300 rupiah untuk sekali jalan. bandingkan dengan metromini yang hanya 100 rupiah untuk tarif pelajar.
untuk pulang tidak jauh berbeda angkutan yang harus saya naiki.
hanya saja terkadang saya pernah mencoba naik KRL (zaman dulu belum ada sebutan commuter line), naik dari stasiun tanjung barat menuju stasiun tanah abang yang waktu itu hanya ada beberapa kereta saja. jadi kalau kereta terlambat atau saya yang tertinggal, terpaksa harus naik bus dan bisa dipastikan saya terlambat sampai sekolah.
hingga kemudian jakarta memiliki busway yang dinamakan transjakarta.
awal hadirnya busway di jakarta hanya ada di satu koridor, Blok M - Kota. saat itu saya sedang berkuliah di semarang, saat saya "pulang kota" ke jakarta, saya mencari tahu bagaimana rasanya naik busway. terkesan norak, tapi memang di masa-masa awal kehadirannya, masyarakat jakarta berbondong-bondong menjajal transportasi model baru bus rapid transportation ini. banyak pro dan kontra, dengan berbagai dinamikanya, akhirnya transjakarta busway saat ini sudah terdiri atas belasan koridor; melintasi berbagai jalanan ibukota belum lagi ditambah feeder busway yang menjelajahi jalanan-jalanan yang belum tersedia lintasan busway.
tampilan busway semakin hari semakin elegan dan modern. tapi ada yang cukup menyita perhatian saya, seolah saya terlempar ke masa belasan tahun lampau. yah,,, busway tampil dengan tema vintage, mungkin untuk membangkitkan kembali kenangan masa lalu ibukota dengan tampilan yang lebih modern.
ada yang tampil menyerupai mayasari bakti tempo dulu...

ada pula yang mengikuti nuansa PPD dari masa ke masa...
bagi yang baru ke jakarta belakangan ini, mungkin hadirnya busway dengan vintage tempo dulu ini tidak berdampak apa-apa.
tapi yang jelas semoga transportasi di jakarta bisa hadir lebih modern di masa-masa mendatang sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga dan tamu yang berkunjung ke ibukota jakarta.