Ada yang
berbeda selama 3 hari ini di Jakarta dan Bogor, banyak warga dan anak sekolah
yang turun ke jalan bukan untuk berdemo, melainkan bentuk antusiasme masyarakat
Indonesia atas kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz dari Saudi Arabia ke
Indonesia. Bukan kali ini saja Indonesia menerima tamu negara, setiap tahunnya
tamu negara yang berkunjung ke Indonesia bisa 2-3 tamu bahkan lebih. Hanya saja
yang membuat kunjungan Raja Salman terasa spesial adalah kunjungan kenegaraan
ini adalah yang pertama sejak kunjungan Raja Faisal bin Abdul Aziz yang
merupakan kakak tiri Raja Salman pada 47 tahun silam. Menurut rencana setelah
kunjungan kenegaraan ini Raja Salman juga akan berlibur selama 6 hari di Bali.
Para pelajar menunggu Raja Salman tiba di Kota Bogor (sumber : viva.co.id)
Antusiasme warga Kota Bogor tidak surut dalam kondisi hujan deras (sumber : kompas.com)
Seluruh awak
media pun tak mau ketinggalan saling berlomba mewartakan kegiatan Raja Salma
selama berada di Indonesia. Beberapa stasiun televise bahkan menayangkan secara
langsung kegiatan-kegiatan tersebut.
Raja Salman kagum dengan sambutan masyarakat Indonesia yang sangat meriah (sumber : detik.com)
Tentu saya
tidak membahas masalah investasi, rencana divestasi saham Aramco dan
intrik-intrik lainnya terkait kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Tapi saya
ingin menyampaikan bahwa kunjungan kenegaraan ini tentu akan sangat tersimpan
dalam ingatan bagi siapa saja yang mengikuti kegiatan sang Raja selama berada
di Indonesia. Yah, tentunya bagi Wicaksaning Naya juga.
Raja Salman menunaikan ibadah Shalat Tahiyyatul Masjid di Masjid Istiqlal (sumber : kompas.com)
Wicak yang kebetulan
bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal berkesempatan menyambut kedatangan
Raja Salman di Masjid Istiqlal. Entah apa yang ada di pikiran anak berusia 6
tahun melihat sang Raja. Tapi dari obrolan ringan sore tadi rasanya dia cukup
bagus mengenali wajah Raja Salman, dan tentunya juga Presiden Jokowi yang sudah
sangat familiar. Di saat saya membaca koran dan membalik halaman dia
mengatakan, “Eh, ada gambar Raja Salman”.
Wicak memamerkan oleh-oleh kegiatan menyambut Raja Salma tadi siang berupa bendera kecil Indonesia dan Arab Saudi.
Lain lagi
obrolan sepulang sekolah dengan ibu :
I (Ibu) : Tadi ada
raja salman ke istiqlal ya?
W (Wicak) : Iya bu.
Rame banget.
I : Kamu ga salaman
sama Raja Salman?
W : Gak bu. Udah
tua, tadi aja pake mobil. Trus ada ambulan di belakangnya. Dia sakit kali ya
bu..
I : Mmmm..
Bimo juga tidak mau kalah bergaya walaupun baru beberapa tahun lagi, Insya Allah, akan menjadi siswa Madrasah Istiqlal.
Haha,,
pertanyaan ke utara pun dijawab ke barat. Dialog ringan tidak perlu dicari
kesimpulannya, cukup untuk merilekskan suasana di sore hari. Semoga engkau
tetap ingat akan sosok Raja Salman dan bisa melakukan ‘kunjungan balasan’ untuk
beribadah dan menuntut ilmu.
Ahlan wa Sahlan yaa Khadim
al-Haramain asy-Syarifain..
Selamat menikmati
keindahan alam Indonesia..












